Minggu, 28 Oktober 2012

Review Jurnal

1. Judul Jurnal
Kinerja Tiga Puskesmas Di Dki Jakarta Berdasarkan Perspektif Balanced Scorecard (The Performance Of Th ree Community Health Centers In Dki Jakarta Based Upon Balanced Scorecard Perspectives).

2. Lokasi Penelitian Dalam Jurnal 
     Propinsi DKI Jakarta 

3. Pokok Bahasan Dalam Jurnal 
Tentang kinerja Puskesmas di kecamatan yang penduduknya berpenghasilan tinggi pada perspektif balanced scorecard menunjukkan bahwa keunggulan Puskesmas ini terletak pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan pegawai 

4. Data Instrumentas (Permasalahan) dalam Jurnal 
Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini mencakup: (1) Kepuasan pelanggan, (2) Penilaian Pelanggan pada Penyuluhan, (3) (a) Kepuasan Pegawai, (b) Kapabilitas Informasi, dan (c) Kapabilitas Pegawai. Kemudian, data sekunder yang dikumpulkan setiap kuartal (time series) mencakup : (1) data keuangan (khusus YanKes), (2) data persediaan obat dan norma penyediaan obat, (3) data waktu layanan dan norma waktu layanan, (4) data program-program inovasi yang sedang dilaksanakan, (5) data frekuensi penyuluhan, rata-rata kehadiran sasaran, dan norma penyuluhan, (6) data jumlah pelanggan, pegawai, penduduk, dan data tertulis lain untuk mendukung temuan dan pemodelan. Data dikumpulkan dengan mengg unakan kuesioner tertutup. 


  1. Cakupan Teori Dalam Kajian Hidrologi McKevitt (1998) menyatakan bahwa pelayanan publik bidang kesehatan merupakan salah satu dari empat pelayanan inti publik yang diberinya akronim ‘HEWS’ (Health, Education, Welfare, and Security). 
  2. Fungsi Teori Dalam Jurnal Memperjelas pembahasan masalah kesehatan yang ada di Propinsi DKI Jakarta. 3. 
  3. Kajian Geografi Dalam jurnal 
  4. Kesimpulan.
  •  Kinerja Puskesmas di kecamatan yang penduduknya berpenghasilan tinggi lebih baik dari pada kinerja dua Puskesmas lain di kecamatan yang penduduknya berpenghasilan menengah dan rendah.
  • Kinerja Puskesmas di kecamatan yang penduduknya berpenghasilan menengah lebih baik dari pada Puskesmas di kecamatan yang penduduknya berpenghasilan rendah.
  • Variabel-variabel kinerja BSC pada ketiga Puskesmas itu membentuk pola kecenderungan causal loop dengan umpan balik negatif atau balancing dari pada umpan balik positif atau reinforcing.
  • Untuk memperbaiki kinerjanya, Puskesmas perlu mempertimbangkan keterkaitan kinerja yang satu dengan yang lain, dan tidak melihat kinerja-kinerja BSC itu secara parsial.
 

Read More......

Senin, 15 Oktober 2012

KOPERASI SUBUR

KOPERASI SERBA USAHA "SUBUR" PROPINSI SUMATERA UTARA Koperasi Serba Usaha "SUBUR" Propinsi Sumatera Utara (KSU SUBUR SU) adalah Badan Hukum Koperasi No.518.503/91/BH/II/KUK tanggal 8 Oktober 2007 yang berazaskan Pancasila dan berpedoman pada Undang-undang Dasar 1945 dalam menjalankan kegiatan usahanya guna menciptakan keadilan sosial bagi anggota, kelompok tani dan mitra usaha yang diwadahinya.


STRUKTUR KOPERASI

I. LANDASAN ORGANISASI 

1. VISI DAN MISI 

 VISI
Mewujudkan anggota koperasi yang sejahtera dan mandiri 

 MISI 
1. Meningkatkan peran serta anggota dalam ekonomi kerakyatan 
2. Menciptakan lapangan kerja bagi anggota dan masyarakat sekitar 
3. Meningkatkan pemerataan pendapatan dan hasil-hasil pembangunan

 • 2. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
 Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan Keuangan Konsolidasi Koperasi Serba Usaha "SUBUR" 10 Februari 2009 disajikan dalam : 
1. Laporan Laba Rugi, 
2. Laporan Perubahan Ekuitas Pemlik, 
3. Laporan Arus Kas, dan 4. Neraca Keuangan

 • 3. RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT)

 A. ORGANISASI DAN MANAJEMEN

 a. Organisasi 
       Susunan pengurus dan pengawas masih tetap sesuai dengan keputusan Rapat Anggota tanggal 31 Desember 2007, hanya susunan penasehat yang berkurang 1 (satu) orang dari semula 11 orang menjadi 10 orang karena Bapak Drs. O. Siahaan telah meninggal dunia November 2008. 

Adapun Susunan Pengurus, Pengawas dan Penasehat adalah sebagai berikut :
    Pengurus Harian 
      Ketua Umum : Drs. Jansen Butar Butar, M.Si Ketua I : Jaralis Butar Butar 
      Ketua II : Ir. Drs. Abdul Hakim Butar Butar, MT 
      Ketua III : Aman Butar Butar 
      Sekretaris I : Enny Simamora 
      Sekretaris II : Pinta Duma Sari Simatupang, STP 
      Bendahara : Margareat Oktomelawaty Pasaribu, SE 

 Pengawas 
     Ketua : Ir. Christof Risman Sinaga 
     Sekretaris : Drs. Sekken Butar Butar 
     Anggota : Drs. Charles Butar-Butar, MPd 

Penasehat 
    1. Ir. Hasudungan Butar Butar, M.Si 
    2. Drs. Kasman Butar Butar 
    3. Haposan Butar Butar 
    4. A. Rumapea 
    5. Ir. Hulman Butar Butar 
    6. Drs. Oskar Butar Butar 
    7. Peris Butar Butar 
    8. Posma Butar Butar 
    9. E. Lumban Tobing 
   10. Ir. Adnan Leman Butar Butar 

Dengan tugas-tugas sebagai berikut : 

Ketua Umum, antara lain :

  1. Memimpin Koperasi dan mempertanggungjawabkannya pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Bertanggungjawab Keluar dan Kedalam Organisasi Koperasi 
  2. Usaha /Pengembangan /Pembinaan Koperasi 
  3. Personalia / Tenaga Kerja / Keuangan 
  4. Strategi / Kaderisasi 
  5. Membuka Rekening Koperasi di Perbankan Bersama Bendahara 
  6. Mendelegasikan Tugas dan Wewenang Kepada Ketua Ketua 


Ketua I, antara lain : 

  1. Organisasi / Kelembagaan 
  2. Humas / Penerangan 
  3. Keanggotaan 
  4. Pengawasan / Penertiban 
  5. Mengkoordinir Usaha Simpan Pinjam 
  6. Mengkoordinasikan Usaha Penyaluran BBM dan LPG serta Gas. 
  7. Melaksanakan Tugas lain yang didelegasikan oleh Ketua Umum 


Ketua II, antara lain : 

  1. Mengkoordinir Usaha Percetakan dan Konveksi 
  2. Mengkoordinir Usaha Distribusi Sembako Mengadakan Usaha Penjualan Pupuk 
  3. Mengkoordinir Usaha Kerjasama antara BUMN/BUMD dan BUMS yang saling menguntungkan. Mengkoordinir Usaha Wartel, Rekening Telepon, Listrik dan Air 
  4. Mengkoordinir Usaha Pertokoan /Waserba 
  5. Melaksanakan Tugas lain yang didelegasikan oleh Ketua Umum 


Ketua III, antara lain : 

  1. Mengkoordinir Usaha Perkebunan, Pertanian dan Perternakan 
  2. Mengkoordinir Usaha Leveransir dan Kontraktor 
  3. Mengkoordinir Usaha Jasa Transportasi Mengkoordinir Usaha Export/Import 
  4. Melaksanakan Tugas lain yang didelegasikan oleh Ketua Umum. 

Sekretaris I : 

  1. Mengkoordinir dan mempersiapkan Sekretariat, 
  2. Mengkoordinir dan mempersiapkan Rumah Tangga / Perlengkapan, 
  3. Mengkoordinir dan mempersiapkan Kepegawaian 
  4. Mengkoordinir dan mempersiapakan Hukum / Peraturan. 


Sekretaris II :

  1. Mempersiapkan Usaha Export/Import 
  2. Mengadakan Evaluasi dan Monitoring 
  3. Melaksanakan Tugas Sekretaris I, apabila Berhalangan 
Bendahara : 

  1. Membuat Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran, 
  2. Membukukan Keuangan Koperasi 
  3. Membuat Inventaris Aset 
  4. Membuat Rekening pada Bank atas Nama Koperasi bersama Ketua Umum 
Administrasi dan Pembukuan :
a. Surat-surat masuk sebanyak 25 sampul dan surat keluar sebanyak 55 nomor (tercatat pada arsip)
b. Biaya-biaya operasional yang telah terealisasi yaitu :

  1. Biaya notaris dan pengesahan Akte                                              Rp. 2.000.000,- 
  2. Biaya pengurusan NPWP, HO, SIUP dan TDP                           Rp. 3.000.000,- 
  3. Biaya Rapat Anggota dan RAT                                                   Rp. 5.000.000,- 
  4. Biaya ATK                                                                                 Rp. 1.000.000,- 
  5. Biaya Rental Komputer                                                               Rp. 2.000.000,- 
  6. Transportasi                                                                                Rp. 3.000.000,- 
  7. Pengeluaran lain-lain/Menjilid buku RAT/AD/ART                       Rp. 5.000.000,- 
          J U M L A H                                                                             Rp. 23.000.000,- 

Didalam mengaudit biaya operasional tersebut diatas kami tidak menerbitkan laporan pengawas secara terpisah oleh karena biaya yang dikeluarkan adalah swadana yang masih ditanggulangi oleh ketua umum (Drs. Jansen Buta-butar, M.Si) demikian juga dengan neraca keuangannya.

USAHA 
Sesuai dengan pasal 5 Anggaran Dasar, Koperasi menjalankan usaha dan Rencana Kerja dengan berpedoman kepada pasal 5 ayat (1), (2), (3), (4), dan (5) yang berbunyi sebagai berikut :

1. Rencana Jangka Panjang ( Business Plan ) 

  • Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 Anggaran Dasar, maka Koperasi menyelenggarakan kegiatan usaha yang berkaitan dengan kegiatan usaha anggota sebagai berikut : 


  1. Mengadakan usaha simpan pinjam kepada anggota/non anggota. 
  2. Mengadakan usaha Distribusi Semabako, seperti beras, gula, minyak goreng dan lain-lain. 
  3. Mengadakan usaha perkebunan, pertanian, dan peternakan. 
  4. Mengadakan usaha percetakan dan konveksi. 
  5. Mengadakan usaha pertokoan/ waserda dan photo copy. 
  6. Mengadakan jasa dan bekerja sama antara BUMN (Badan Usaha Milik Negara) / BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta yang saling menguntungkan.
  7. Mengadakan usaha penyaluran BBM (Bahan Bakar Minyak)
  8. Mengadakan usaha penjualan pupuk.
  9. Mengadakan usaha Wartel, Rekening Telepon dan Rekening Air.
  10. Mengadakan usaha Leveransir dan Kontraktor.
  11. Mengadakan usaha jasa transportasi.
  12. Mengadakan usaha Ekspor/Import.
  13. Mengadakan usaha penyaluran usaha Gas,
  14. dan usaha-usaha lainnya yang menguntungkan tidak bertentangan dengan undang-undang Koperasi. 
  • Dalam hal terdapat kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota, Koperasi dapat membuka peluang usaha dengan non Anggota. 
  • Koperasi dapat membuka cabang atau perwakilan ditempat yang lain,baik didalam maupun diluar Wilayah Republik Indonesia, pembukaan cabang atau perwakilan harus mndapatkan persetujuan Rapat Anggota. 
  • Dalam melaksanakan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sampai dengan ayat (3), Koperasi dapat melakukan kerjasama dengan Koperasi dan Badan Usaha lainnya, baik didalam maupun diluar wilayah Republik Indonesia. 
2. Rencana Kerja Jangka pendek ( Tahunan ) 

  1. Mengadakan usaha perkebunan, pertanian, dan peternakan serta turunannya. 
  2. Mengadakan jasa dan bekerja sama antara BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan BUMS (Badan Usaha Milik Swasta yang saling menguntungkan. 
  3. Mengadakan usaha penjualan pupuk dalam bentuk unit usaha. 
  4. Mengadakan usaha Leveransir dan Kontraktor bentuk unit usaha. 
  5. Dan usaha-usaha lain yang yang tidak bertentangan dengan Undang-undang Koperasi. 
3. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi 

Rencana Pendapatan
Iuran Anggota ( 100 Orang )                                                                               Rp.      50.000.000
Pinjaman dari Perbankan                                                                                     Rp. 1.000.000.000
Modal Penyertaan                                                                                               Rp. 3.000.000.000
                 Total Pendapatan ...................................                                        Rp. 4.050.000.000 

 Biaya Operasional
Honor Ketua Umum                (12 x Rp. 2.000.000) x 1 Orang =                       Rp. 24.000.000
Honor Pengurus Lainnya          (12 x Rp. 1.086.000) x 6 Orang =                       Rp. 78.192.000
Gaji Karyawan / Pegawai        (12 x Rp. 786.000) x 4 Orang =                           Rp. 37.728.000
Honor Pengawas                     (12 x Rp. 100.000) x 3 Orang =                          Rp.    3.600.000 
                               Sub Total .......................................................................... Rp. 143.520.000

 Biaya Organisasi dan Modal Biaya Rapat Anggota
Pengurus,Pengawas,Karyawan                                                                           Rp.   5.000.000
dan Penasehat
Pengeluaran lain-lain                                                                                           Rp.   5.000.000
                        Sub Total                                                                                  Rp. 10.000.000 

  Biaya barang / ATK :

  • Beli Komputer 1 set dan printer                                                                Rp. 5.000.000 
  • Foto Copy, Telp dan Fax                                                                         Rp. 5.000.000 
  • Transportasi                                                                                             Rp. 3.000.000 
                  Sub Total                                                                                       Rp. 13.000.000 

Total Belanja                                                                                                 Rp. 166.520.000



PRODUK KOPERASI

1. Produk Dagang 
Koperasi Serba Usaha "SUBUR" Propinsi Sumatera Utara memberikan pelayanan simpan pinjam kepada para anggota koperasi, kerjasama sebagai rekanan barang/jasa, dan produk-produk lainnya.


 UNIT SIMPAN PINJAM 
 Koperasi Serba Usaha Subur Propinsi Sumatera Utara (KSU SUBUR SU) mengadakan usaha Unit Simpan Pinjam (USP) kepada para anggota koperasi yaitu berupa :

 A. Simpanan 

  • Sistem Bagi Hasil
  •  Sistem Bunga Harian
  •  Simpanan Sukarela Berjangka
  •  Simpanan Sukarela Berjangka Khusus
  • Simpanan Berjangka (Deposito)


  1. Jumlah Simpanan Berjangka (Deposito) minimal Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) 
  2. Jangka waktu Simpanan Berjangka (Deposito) 1 (satu) tahun atau lebih 
  3. Bunga Simpanan Berjangka (Deposito) adalah 0,9 % (nol koma sembilan persen) perbulan atau 10,8% (sepuluh koma delapan persen) per tahun. 
  4. Simpanan Sukarela Khusus yang tidak diambil pada tanggal jatuh tempo, maka dengan otomatis diperpanjang. 
  5. Menyimpan Simpanan Sukarela Khusus diperbolehkan jika sudah menjadi Anggota Koperasi atau menyetorkan simpanan saham tanpa dipungut biaya administrasi atau potongan dalam bentuk apapun. 


 B. Pinjaman (Kredit)

  •  Saham
  •  Dua kali saham
  •  Potongan Gaji
  •  Semi Hipotik
  •  Usaha pribadi Anggota
  •  Pinjaman Spontan
  •  Pinjaman Sistem Paket ( Pokok + Bunga Diangsur Sekaligus)
  • Pinjaman (Kredit) Spontan Tanpa Agunan 
  1. Bunga sebesar 4 % (empat persen) per bulan atau 1 % (satu persen) perminggu berdasarkan musyawarah 
  2. Bunga harian serendah-rendahnya 1 % (satu persen), apabila pinjaman dipergunakan untuk usaha sektor riil (tanpa Agunan ) 
  3. Jangka waktu tidak terbatas untuk paket tertentu 
  4. Pinjaman ini dapat diberikan kepada Anggota /Calon Anggota walaupun mempunyai pinjaman lain, seperti pinjaman - pinjaman di atas 
  5. Flapon pinjaman Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) untuk Anggota dan tidak terbatas bagi Non Anggota asalkan ada Jaminan atau Agunan.  
  •  Pinjaman (Kredit) Usaha Dengan Agunan 
  1. Sebesar 3 % (tiga persen) per bulan 
  2. Memakai Jaminan/ Agunan Surat Tanah/ Sertifikat 
  3. Flapon Pinjaman Rp. 1.000.000.000m- (satu milyar rupiah) 
C. Modal Penyertaan

  • Bangunan
  • Tanah
  • Dan aset tidak bergerak lainnya

Read More......