Jurnal 1
Perantara Etika Bisnis dalam Pembangunan Akhlak Mulia
Volume 23, No.1, Tahun 2007 (terakreditasi)
Iskandar
Universitas Islam Bandung(UNISBA)
Iskandar
Universitas Islam Bandung(UNISBA)
Hasil pembahasan dalam artikel ini menunjukkan, bahwa: jika tindakan perilaku bisnis, manajer atau sumber daya manusia serta stakeholders itu baik menurut akal atau rasio, rasa atau kalbu dan agama, maka tindakan itu disebut akhlak yang baik (akhlakul karimah). Sebaliknya jika tindakan itu buruk, maka disebut akhlak yang buruk (akhlakul mazmumah). Standar baik dan buruk akhlak adalah Al-Qur’an dan Sunah Rasul, yang bersifat universal dan abadi. Dalam pandangan Islam, akhlak merupakan cermin dari jiwa manusia. Akhlak yang baik adalah dorongan dari keimanan yang ditampilkan dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Menurut sasarannya, pembangunan akhlak meliputi akhlak terhadap Allah SWT, akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan alam semesta. Peranan etika bisnis dalam pembangunan akhlak mulia adalah sebagai pelaksanaan kode etik para pengusaha, manajer atau sumber daya manusia dalam organisasi bisnis serta para stakeholders, berdasarkan nilai-nilai moral, norma, etika dan agama yang dijadikan tuntunan untuk membuat keputusan dan solusi masalah. Dalam upaya membangun akhlak mulia, mereka itu melaksanakan prinsip dan standar etika bisnis, yaitu: Kejujuran (honesty): tidak berbohong. Integritas (integrity), memegang prinsip dan keyakinan. Memelihara janji (promise keeping):komitmen dan dapat dipercaya. Kesetiaan (loyalty): melaksanakan kewajiban. Keadilan (fairness): komitmen keadilan. Suka membantu (caring for others): kerjasama. Hormat kepada orang lain (respect for others): menghormati kebebasan dan hak. Bertanggungjawab (responsibility), mentaati hukum, kesadaran sosial. Mengejar keunggulan (pursuit of excellence)::dapat diandalkan, Dapat dipertanggungjawabkan (accountability): menerima tanggung jawab, teladan. Selain itu, peranan etika bisnis adalah melaksankan tanggungjawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat.
http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/234#.VEYw8Gd_sXo
Jurnal 2
ETIKA BISNIS DALAM MOBILE MARKETING (Studi
Deskriptif Kualitatif pada Jualan Branded Group dan Apriliza Shop)
Bob Sefias Reagan
Program
S-1 Jurusan Ilmu Komunikasi
Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas
Brawijaya Malang. 2014
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bisnis reseller fashion juga memerlukan
etika bisnis. Etika bisnis menjadi semakin
penting ketika kegiatan bisnis dilakukan secara onlien karena transaksi
berlangsung secara tidak tatap muka, seperti bisnis reseller fashion adalah kejujuran,
tanggung jawab, bersaing secara sehat, responsif, ramah, peduli dengan
pelanggan, dedikasi yang tinggi. Hasil penelitian ini juga bahwa reseller
fashion percaya dengan menerapkan dengan etika bisnis dapat meningkatkan
kepercayaan konsumen dan loyalitas dari konsumen. Dan adanya peningkatan
penjualan seiring dengan meningkatnya kepercayaan konsumen dan loyalitas konsumen
terhadap reseller fashion.
http://www.academia.edu/6371222/ETIKA_BISNIS_DALAM_MOBILE_MARKETING_Studi_Deskriptif_Kualitatif_pada_Jualan_Branded_Group_dan_Apriliza_Shop_JURNAL_JURUSAN_ILMU_KOMUNIKASI_FAKULTAS_ILMU_SOSIAL_DAN_ILMU_POLITIK_UNIVERSITAS_BRAWIJAYA_MALANG_2014
PENGARUH ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB
SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP
KINERJA ORGANISASI (Penelitian Pada Pegawai
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang
Cianjur)
Resti Yulistria, 2007
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Kantor Cabang Cianjur
Metode penelitian yang digunakan
adalah Explanatory Survey, dengan teknik pengumpulan data kuesioner skala lima
kategori Likert. Sumber data diperoleh dari populasi pegawai PT. Bank Rakyat
Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Cianjur. Teknik pengolahan data yang
digunakan adalah regresi. Teknik ini digunakan untuk mengukur pengaruh yang
disebabkan variabel bebas terhadap variabel terikat.Variabel etika bisnis
diukur melalui indikator otonomi, keadilan, kejujuran, saling menguntungkan,
dan integritas moral, dan variabel tanggung jawab sosial perusahaan diukur
melalui indikator market actions, mandated actions, dan voluntary actions.
Kedua variabel bebas tersebut diukur berdasarkan persepsi pegawai. Adapun
variabel kinerja organisasi diukur melalui indikator perspektif keuangan,
perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif
pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur berdasarkan kondisi riil tingkat
kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang
Cianjur).
Hasil penelitian secara deskriptif
menunjukkan bahwa etika bisnis PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor
Cabang Cianjur berada pada kategori tinggi sedangkan untuk tanggung jawab
sosial perusahaan dan tingkat kinerja organisasi PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur berada pada kategori cukup. Oleh karena
itu, penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa perbaikan kinerja
organisasi di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cianjur
untuk selanjutnya dijadikan dasar dalam menganalisis tingkat kinerja
organisasinya.