Conditinal ‘If’
Conditional if adalah kalimat pengandaian. Dengan kata lain, kata if
digunakan untuk mengandaikan sesuatu. Dalam bahasa Indonesia, if berarti ‘jika atau
seandainya’. Berbicara
mengenai if ini maka tidak lepas dari apa yang disebut dengan tipe atau pola
kalimat pengandaian. Dalam bahasa Inggris terdapat 3 kalimat
pengandaian.
Masing-masing tipe memiliki dua klausa yang disebut klausa
bergantung(tak mandiri) yakni if clause dan klausa mandiri atau
yang dapat berdiri sendiri tanpa kata if. Yang klausa if sering disebut dengan
anak kalimat dan yang kedua sering disebut dengan induk kalimat.
Dalam tuturan bila if clause itu terdapat pada awal tuturan maka akan ada jeda setelah
klausa ini yang
selanjutnya disusul oleh klausa induk. Maka dari itu, dalam tulisan setelah if
clause ditandai dengan tanda koma (,) setelahnya. Sebaliknya jika yang lebih
dulu adalah klausa induk tidak ada jeda setelah klausa ini. Penamaan lain dari
klausa mandiri adalah klausa atasan dan yang tidak mandiri adalah klausa
bawahan. Perhatikan klausa bergantung yang diikuti oleh jeda dan susul oleh
klausa mandiri di bawah ini.
If-clause……………………, independent clause (Klausa bergantung) (Klausa mandiri)
Arti dari klausa
mandiri adalah
klausa yang dapat berdiri bebas dalam tuturan. Dengan kata lain klausa ini baik
dalam tuturan atau dalam bentuk tulisan tidak membutuhkan klausa lain. Sebaliknya
klausa bergantung adalah klausa yang mau tidak mau harus didampingi oleh klausa
induk agar tuturan menjadi lebih bermakna dan benar.
Tanda jeda dalam tuturan menandakan bahwa pengucapan setelah kluasa ini
berhenti sebentar selanjutnya dilanjutkan dengan klausa yang mandiri. Pernah
tuturan if clause (dalam bahasa Indonesia) ini digunakan dalam Ketoprak Humor
untuk memberikan kesan yang lucu bagi lawan tutur. Lawan tutur mendengarkan
tuturan yang diucapkan oleh penutur namun setelah klausa if tidak dilanjutkan
dengan klausa yang lain. Apalagi yang dituturkan dalam klausa if itu sesuatu
ucapan yang menarik untuk diikuti namun tidak ada kelanjutannya.
Selanjutnya berhubungan dengan tense yang digunakan, masing-masing tipe
kalimat 1-3 memiliki bentuk tense yang berbeda sebagaimana berikut ini.
1
Bentuk tense (verb1)
tipe satu
berupa waktu sekarang (present tense/simple present/present simple) baik
present tense itu berupa kata kerja bukan kopula baik transitif maupun
intransitif, kata bantu (auxiliary verb) dan kopula be yang terletak dalam if
clause dan present future misal will yang terletak dalam klausa induk. Present
future will menandakan bahwa pengandaian akan terwujud bila dalam klausa ifnya
kondisinya terpenuhi.
Contoh.
Formula: If + S + V1, S + V1 (Will)
- If I go to an office on Thursday, I will meet you
- If she doesn’t know about the computer problems, my friend will help her
- If a man loves a woman, he will look at her face intently
2. Tipe 2.
ini dalam
masing-masing klausa berisi bentuk tense lampau (past tense) yakni yang
terdapat dalam if clause kata kerja transitif dan intransitif baik beraturan
maupun tidak beraturan, copula be (were bukan was), auxiliary verb (had bukan
has/have) dan dalam induk kalimat past future would (akan). Makna yang dibawa
oleh tipe dua ini yang didalamnya berisi bentuk past tense adalah bahwa
pengandaian atas sesuatu tidak akan pernah terwujud.
Bertalian dengan pembelajaran tipe 2 ini, hal lain yang perlu diperhatikan
adalah penggunaan bentuk yang tidak biasanya yang berbeda dengan yang sering
kita temukan dalam kalimat biasa. Dalam kalimat tipe 2 tepatnya dalam klausa
if, setelah subjek I/he/she/it bukan was tetapi were.
Contoh:
Formula: If + S + V2, S + V2 (Would)
- ·
If I were you (as a student), I would study
seriously
- ·
He would make the biggest online library in this
world if he were a president
- ·
I would visit Obama’s library if I were in
America
3. Tipe 3.
Tipe 3 adalah tipe kata kerja yang berupa past perfect dalam
if clause dan past future perfect dalam klausa mandiri. Makna yang dibawa oleh
kalimat tipe 3 ini adalah pengandaian atas sesuatu yang tidak mungkin terwujud
sebagaimana makna yang dibawa oleh kalimat pengandaian tipe 2.
Contoh:
Formula: If + S + Had V3, S + Would + Have V3
- ·
If I had gone there, I would have bought you a
flower
- ·
She would have been happy, if you had visited
her
Dalam pembelajaran bahasa Inggris hal penekanan lainnya selain di atas
adalah bahwa masing-masing bentuk tense dalam setiap tipe kalimat adalah sama yakni dalam tipe 1 jika
klausa if-nya berupa kata kerja bentuk pertama (present tense) maka future-nya
dalam kalimat induk adalah present tense juga. Begitu pula dalam tipe 2, jika
dalam kalimat induk future –nya dalam bentuk past tense maka bentuk tense dalam
klausa if –nya adalah past tense, dan dalam tipe 3 jika klausa if –nya tensenya
adalah past perfect maka bentuk tense dalam kalimat induk adalah past future
perfect tense.
Read More......