Sabtu, 28 April 2012

Tugas 11

Conditinal ‘If’
Conditional if adalah kalimat pengandaian. Dengan kata lain, kata if digunakan untuk mengandaikan sesuatu. Dalam bahasa Indonesia, if berarti ‘jika atau seandainya’. Berbicara mengenai if ini maka tidak lepas dari apa yang disebut dengan tipe atau pola kalimat pengandaian. Dalam bahasa Inggris terdapat 3 kalimat pengandaian.

Masing-masing tipe memiliki dua klausa yang disebut klausa bergantung(tak mandiri) yakni if clause dan klausa mandiri atau yang dapat berdiri sendiri tanpa kata if. Yang klausa if sering disebut dengan anak kalimat dan yang kedua sering disebut dengan induk kalimat.

Dalam tuturan bila if clause itu terdapat pada awal tuturan maka akan ada jeda setelah klausa ini yang selanjutnya disusul oleh klausa induk. Maka dari itu, dalam tulisan setelah if clause ditandai dengan tanda koma (,) setelahnya. Sebaliknya jika yang lebih dulu adalah klausa induk tidak ada jeda setelah klausa ini. Penamaan lain dari klausa mandiri adalah klausa atasan dan yang tidak mandiri adalah klausa bawahan. Perhatikan klausa bergantung yang diikuti oleh jeda dan susul oleh klausa mandiri di bawah ini.
If-clause……………………, independent clause (Klausa bergantung) (Klausa mandiri)


Arti dari klausa mandiri adalah klausa yang dapat berdiri bebas dalam tuturan. Dengan kata lain klausa ini baik dalam tuturan atau dalam bentuk tulisan tidak membutuhkan klausa lain. Sebaliknya klausa bergantung adalah klausa yang mau tidak mau harus didampingi oleh klausa induk agar tuturan menjadi lebih bermakna dan benar.

Tanda jeda dalam tuturan menandakan bahwa pengucapan setelah kluasa ini berhenti sebentar selanjutnya dilanjutkan dengan klausa yang mandiri. Pernah tuturan if clause (dalam bahasa Indonesia) ini digunakan dalam Ketoprak Humor untuk memberikan kesan yang lucu bagi lawan tutur. Lawan tutur mendengarkan tuturan yang diucapkan oleh penutur namun setelah klausa if tidak dilanjutkan dengan klausa yang lain. Apalagi yang dituturkan dalam klausa if itu sesuatu ucapan yang menarik untuk diikuti namun tidak ada kelanjutannya.

Selanjutnya berhubungan dengan tense yang digunakan, masing-masing tipe kalimat 1-3 memiliki bentuk tense yang berbeda sebagaimana berikut ini.
1
 Bentuk tense (verb1)
 tipe satu berupa waktu sekarang (present tense/simple present/present simple) baik present tense itu berupa kata kerja bukan kopula baik transitif maupun intransitif, kata bantu (auxiliary verb) dan kopula be yang terletak dalam if clause dan present future misal will yang terletak dalam klausa induk. Present future will menandakan bahwa pengandaian akan terwujud bila dalam klausa ifnya kondisinya terpenuhi.
Contoh.
Formula: If + S + V1, S + V1 (Will)
  1. If I go to an office on Thursday, I will meet you
  2. If she doesn’t know about the computer problems, my friend will help her
  3. If a man loves a woman, he will look at her face intently


2.       Tipe 2. 
 ini dalam masing-masing klausa berisi bentuk tense lampau (past tense) yakni yang terdapat dalam if clause kata kerja transitif dan intransitif baik beraturan maupun tidak beraturan, copula be (were bukan was), auxiliary verb (had bukan has/have) dan dalam induk kalimat past future would (akan). Makna yang dibawa oleh tipe dua ini yang didalamnya berisi bentuk past tense adalah bahwa pengandaian atas sesuatu tidak akan pernah terwujud.
Bertalian dengan pembelajaran tipe 2 ini, hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan bentuk yang tidak biasanya yang berbeda dengan yang sering kita temukan dalam kalimat biasa. Dalam kalimat tipe 2 tepatnya dalam klausa if, setelah subjek I/he/she/it bukan was tetapi were.

Contoh:
Formula: If + S + V2, S + V2 (Would)
  1. ·         If I were you (as a student), I would study seriously
  2. ·         He would make the biggest online library in this world if he were a president
  3. ·         I would visit Obama’s library if I were in America


3.       Tipe 3. 
Tipe 3 adalah tipe kata kerja yang berupa past perfect dalam if clause dan past future perfect dalam klausa mandiri. Makna yang dibawa oleh kalimat tipe 3 ini adalah pengandaian atas sesuatu yang tidak mungkin terwujud sebagaimana makna yang dibawa oleh kalimat pengandaian tipe 2.

Contoh:
Formula: If + S + Had V3, S + Would + Have V3
  1. ·         If I had gone there, I would have bought you a flower
  2. ·         She would have been happy, if you had visited her

Dalam pembelajaran bahasa Inggris hal penekanan lainnya selain di atas adalah bahwa masing-masing bentuk tense dalam setiap tipe kalimat adalah sama yakni dalam tipe 1 jika klausa if-nya berupa kata kerja bentuk pertama (present tense) maka future-nya dalam kalimat induk adalah present tense juga. Begitu pula dalam tipe 2, jika dalam kalimat induk future –nya dalam bentuk past tense maka bentuk tense dalam klausa if –nya adalah past tense, dan dalam tipe 3 jika klausa if –nya tensenya adalah past perfect maka bentuk tense dalam kalimat induk adalah past future perfect tense.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar